Pengujian Produk Inovasi TeleOTIVA Multisenter di Sumatera

Pengujian Produk Inovasi TeleOTIVA Multisenter di Sumatera

Posted August 24, 2025

Deteksi dini kanker serviks, memerlukan sebuah perangkat yang akurat dan dapat dipercaya. Dengan berkembangnya teknologi AI pada bidang kesehatan TeleOTIVA merupakan salah satu produk inovasi berbasis AI reka cipta anak negeri dengan kinerja yang setara dengan dokter Onkologi-Ginekologi.

Pengujian produk TeleOTIVA telah dilakukan secara bertahap, dan salah satunya dilakukan secara multisenter di beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Sumatera.

Pengujian produk inovasi TeleOTIVA ini dimulai di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Dilanjutkan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung pada tanggal 9 Agustus 2025. Selanjutnya, uji coba TeleOTIVA juga dilakukan di Klinik Pratama Bakti Timah Pangkalpinang pada tanggal 16 dan 23 Agustus 2025, serta di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada tanggal 3 September 2025.

Di Klinik Pratama Bakti Timah Pangkalpinang, pemeriksaan dilaksanakan oleh dr. Rusdi Alfan, Sp.OG dan dr. Benyamin R.T., Sp.OG (Subsp. Onk). Sementara di Bengkulu, kegiatan turut melibatkan dr. Herry Permana, MKM selaku Direktur RSUD Dr. M. Yunus dan dr. Taufik Hidayat Djais, Sp.OG (Subsp. Onk) yang juga Ketua POGI Bengkulu.

Sementara itu di Jambi, kegiatan bertajuk Jambi Mantap Selamatkan Perempuan Indonesia dari Kanker Serviks dilaksanakan di empat lokasi, yakni RSUD Raden Mattaher, PKM Rawasari, PKM Tanjung Pinang, dan RSUD H. Abdul Manap, mulai 14 - 21 September 2025.

Adapun persyaratan peserta secara umum adalah perempuan usia 15–60 tahun, sudah menikah, aktif secara seksual, dan tidak sedang menstruasi. Beberapa lokasi juga menetapkan ketentuan tambahan, seperti prioritas bagi karyawan RS atau peserta BPJS.

Melalui proses pengujian produk inovasi TeleOTIVA secara multicenter ini diharapkan dapat menjadi produk kesehatan yang dapat dipercaya baik di rumah sakit tingkat regional bahkan di seluruh rumah sakit di Indonesia.

TeleOTIVA adalah sebuah teknologi berbasis AI yang efektif, mudah diakses, serta mampu memperluas jangkauan deteksi dini kanker serviks di Indonesia. Produk inovasi ini
diharapkan menjadi salah satu solusi alat kesehatan untuk eliminasi kanker serviks pada tahun 2030 nanti.